Godaan Setan Menjelang Ajal

 Religi

azal

Abdullah bin Ahmad bin Hanbal pernah bercerita, sebagaiman dikisahkan oleh Al-Qurthubi dalam kitab at-Tadzkirah. “aku hadir saat ayahku tengah menanti ajal,” ujarnya. Tiba-tiba beliau pingsan kemudian tersandar sambil berkata sambil menggerakkan tangannya, “tidak akan, tidak akan…” Hal tersebut dilakukan berkali-kali. Maka aku bertanya kepadanya, “apa yang terlihat dihadapanmu ayah?” Beliau menjawab, “setan berdiri dihadapanku sambil menggigit jarinya dan mengatakan, “wahai Ahmad, aku akan menggodamu. Maka aku katakan, “tidak akan sampai aku mati”.

Setan akan senantiasa berusaha menggoda dan menyesatkan manusia dengan berbagai macam tipu dayanya. Setan telah bersumpah dihadapan Allah, “Demi kekuasaan-mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hambamu yang mukhlis diantara mereka.” (QS. Shad:82-83).

Rayuan setan akan semakin menghebat kala manusia berada pada detik-detik menjelang kematian. Setan tahu bahwa saat itu adalah kesempatan terakhir untuk menyesatkannya. Tak adalagi kesempatan unyuk bertaubat setelah setan menyesatkan pada fase ini.

Berbahagialah bagi mereka yang mampu menepis godaanya. Oleh karenanya Rasulullah mengajarkan kepada kita sebuah doa sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam sebuah Hadist Shahih dari Abdullah bin Amr bin Ash. Bahwa ia mendengar Rasulullah bersabda,

‘Sesungguhnya kalbu-kalbu keturunan Adam berada diantara dua jari dari jari-jariAllah laksana satu hati, Allah membolak baliknya sesuai kehendaknya,”kemudianbeliau berdoa, “ya Allah, dzat yang membolak-balikan hati, palingkanlah hati-hati kami kepada ketaatanMu.

Author: 

tulis, tulis, dan tulis ......