Isu Larangan Memakai Seragam TBC Bagi Masyarakat Sipil?

 Berita Hangat

seragam TBC

Baju biru gelap yang bertuliskan Turn Back Crime (TBC) di dada sebelah kanan ini mulai tenar disaat serangan bom Thamrin Jakarta Pusat, pada pertengahan Januari silam. Tentu kita masih ingat bagaimana jajaran Kepolisian Indonesia tampak keren mengalahkan para teroris dengan balutan baju bertuliskan Turn Back Crime (TBC) dilengkapi dengan stelan celana cargo berwarna khaki. Sejak saat itu apapun yang bertulis Turn Back Crime menjadi tren dikalangan masyarakat.

Entah produk asli atau imitasi, baju-baju Turn Back Crime kini seliweran dikenakan banyak penduduk Indonesia. Mulai tua hingga muda, siapapun bangga memakai baju dengan slogan yang digagas jaringan kepolisian dunia alias Interpol itu.  Hanya saja baru-baru ini banyak pesan berantai yang beredar dimasyarakat,  kabarnya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan larangan masyarakat sipil  memakai atribut Turn Back Crime. Apakah itu benar?

Penggunaan atribut kepolisian atau TNI memang dilarang untuk digunakan oleh masyarakat sipil, hal tersebut dikarenakan seringkalinya atribut kepolisian atau TNI dijadikan alat untuk melakukan kejahatan, seperti pemerasan, penipuan, dan lain-lain.

Menurut  penjelasan Jenderal Badrodin yang mengaku tak pernah merilis pernyataan larangan memakai baju TBC. Turn Back Crime itu bukan seragam  polisi, bukan juga seragam interpol. TBC itu cuma motto dari interpol dan siapapun boleh pakai, tak ada larangan sekalipun di belakangnya ada tulisan polisi, nggak apa-apa. Saya tidak melihat dampak negatif, melainkan positif karena siapapun yang pakai TBC itu mengingatkan bahwa kejahatan harus dicegah,” papar Jenderal Badrodin Haiti.

Kampanye TBC sendiri  sudah dimulai oleh Kombes Khrisna Murti, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Dia pernah ditugaskan dan bergabung dengan pasukan PBB di New York, Amerika Serikat, pak Khrisna menerapkan konsep polisi modern di Indonesia. Tak banyak yang tahu kalau kampanye TBC di seluruh dunia sudah dimulai sejak Juni 2014 dengan Polda Metro Jaya mulai makin menggecarkan pada November 2015 lalu.

Author: 

tulis, tulis, dan tulis ......